Diberikan koordinat tiga titik
sudut sebuah segitiga, murid dapat menentukan dan menuliskan koordinat
bayangannya hasil rotasi 90° berlawanan arah jarum jam.
Diketahui sebuah segitiga
(ABC) memiliki koordinat titik sudut di (A(1,2)), (B(4,2)), dan (C(1,5)).
Tentukan dan tuliskan koordinat bayangan hasil rotasi 90° berlawanan arah
jarum jam dengan pusat rotasi di titik asal (O(0,0))! Sertakan
langkah-langkah perhitungannya secara lengkap.
Diberikan koordinat sebuah
titik, murid dapat menentukan posisi akhir titik tersebut setelah
mengalami komposisi transformasi (rotasi dilanjutkan translasi).
Soal 1
Titik
P(3,-2) dirotasikan sebesar 90° berlawanan arah jarum jam terhadap pusat
(O(0,0)), kemudian dilanjutkan dengan translasi oleh
T
Posisi akhir titik (P) adalah …
A.
((2,8))
B. ((6,8))
C. ((2,2))
D. ((6,2))
Soal
2
Sebuah
titik (M(-1,4)) mengalami rotasi 180° terhadap pusat (O(0,0)). Jika hasil
rotasi tersebut digeser oleh
T
maka koordinat bayangan terakhirnya adalah …
A.
(-1,-7)
B. (3,1)
C. (-1,1)
D. (1,-7)
Disajikan skenario navigasi
kapal, murid dapat menentukan koordinat posisi baru setelah pergerakan
pertama dan posisi akhir setelah translasi kedua.
Soal
Sebuah
kapal navigasi berangkat dari pelabuhan yang terletak pada koordinat (P(2,4)).
Kapal bergerak menuju lokasi Mercusuar dengan melakukan pergeseran pertama
sejauh 5 satuan ke kanan dan 3 satuan ke bawah. Setelah sampai di Mercusuar,
kapal melanjutkan perjalanan ke titik tujuan akhir dengan melakukan translasi
kedua sebesar
Tugas:
a.
Tentukan koordinat posisi kapal saat berada di Mercusuar!
b. Tentukan koordinat posisi akhir kapal setelah translasi kedua!
c. Tuliskan langkah penyelesaiannya secara sistematis!
"Disajikan soal persilangan, peserta didik mampu menentukan fenotip dan jumlah keturunan yang dihasilkan."
Soal:
Tanaman kacang ercis berbatang tinggi (TT) disilangkan dengan kacang ercis berbatang pendek (tt). Sifat tinggi dominan terhadap pendek. F1 yang dihasilkan kemudian disilangkan dengan sesamanya. Jika pada generasi F2 dihasilkan total 160 bibit tanaman, tentukan:
a. Perbandingan genotip dan fenotip pada generasi F2!
b. Jumlah tanaman yang berfenotip batang tinggi pada generasi F2!
Soal:
Bunga mawar merah (MM) disilangkan dengan bunga mawar putih (mm). Persilangan tersebut menghasilkan keturunan F1 yang seluruhnya berwarna merah muda. Jika F1 disilangkan dengan sesamanya dan menghasilkan 80 tanaman baru, tentukan:
a. Fenotip apa saja yang muncul pada generasi F2?
b. Hitunglah jumlah masing-masing tanaman yang berwarna merah, merah muda, dan putih!
Soal:
Kelinci berambut hitam kasar (HHKK) disilangkan dengan kelinci berambut putih halus (hhkk). Rambut hitam (H) dominan terhadap putih (h) dan rambut kasar (K) dominan terhadap halus (k). Seluruh keturunan F1 adalah hitam kasar (HhKk). Jika F1 disilangkan dengan sesamanya, tentukan:
a. Perbandingan fenotip pada generasi F2!
b. Jika dihasilkan 128 ekor anak kelinci pada F2, berapakah jumlah anak kelinci yang memiliki fenotip putih halus?
"Disajikan cerita tentang proses melarutkan gula. Peserta didik mampu menganalisis peristiwa tersebut berdasar teori laju reaksi kimia dengan tepat."
Contoh:
Seorang siswa melakukan percobaan melarutkan satu sendok gula ke dalam dua gelas yang berbeda. Gelas A berisi air dengan suhu 80°C, sedangkan Gelas B berisi air dengan suhu 20°C. Hasilnya, gula pada Gelas A larut jauh lebih cepat daripada Gelas B. Analisislah peristiwa tersebut berdasarkan teori tumbukan dan hubungan antara suhu dengan energi kinetik partikel!
Soal!
Budi memiliki dua jenis gula dengan massa yang sama, yaitu satu balok gula batu dan satu sendok gula pasir halus. Ketika keduanya dimasukkan ke dalam air dengan volume dan suhu yang sama, gula pasir halus lebih cepat larut dibandingkan gula batu.
Pertanyaan:
Jelaskan mengapa ukuran partikel zat (luas permukaan) dapat memengaruhi laju reaksi pelarutan tersebut!